Translate

Selasa, 09 November 2010

Derita kemanusiaan dan bencana dinegeri ini untuk issue kepentingan popularitas

Tahun 2010 menyisakan serentetan tragedi bencana dan kemanusiaan yang memilukan dan menggores nurani, tetapi kondisi penanganan korban bencana belum menjadi harapan kita bersama. Lihatlah penangana bencana banjir Wasior, bencana Tsunami Mentawai, dan meletusnya Gunung Merapi.Pada situasi emeregency bencana Skala prioritas hanya satu nurani kita yang terketuk : tolong dulu dan selamatkan mereka, kesampingkan kepentingan yang lain demi sesama kita korban bencana yang menderita dan  membutuhkan bantuan yang cepat , tepat dan benar. Tetapi masyarakat bisa menyaksikan dimedia dan dilapangan bagaimana pertolongan yang dilakukan banyak yang tulus tetapi banyak juga pertolongan yang sarat dengan embel - embel kepentingan pribadi, kekuasaan, dan politik demi popularitas. Mengais Popularitas demi kepentingan kekuasaan, politik ditengah bencana sungguh sesuatu yang sangat berlawanan dengan Hati Nurani. Ketika kita bertanya dalam diri Nurani kita : Mencari Popularitas diranah tragedi bencana kemanusiaan apakah tepat ? Jawaban ini kiranya perlu ada dalam diri kita Manusia. Ada beberapa renungan kita bersama : mana yang harus kita lakukan : menolong dengan tulus tanpa mengharap imbalan atau menolong dengan tujuan tertentu dan dengan harapan tertentu ? mari kita kembali pada Nurani kita terdalam  ( Hery Arya )

1 komentar:

  1. Analisa yang tajam Bung.
    Pertanyaannya sampai kapankah ini semua berakhir?

    *koreksi penulisan saja bung, ini sangat wajar untuk bloger baru , tp lebih baik , dari pada saya yg punya blog tp nggak pernah di update ___ he he :)

    BalasHapus